Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Janganlah Menjadi Serupa
Di dalam masyarakat kita terdapat pepatah bijak, bahwa orang pertama kali belajar dengan meniru. Dengan meniru orang terbantu untuk menemukan bentuk pemikirannya sendiri. Di balik pepatah tersebut terdapat pengandaian antropologis, bahwa manusia hidup dan berkembang dengan meniru. Kita berbicara, berjalan, berelasi, dan bahkan membuang udara dengan meniru orang-orang yang ada di sekitar kita. Manusia adalah homo mimesis . Manusia adalah mahluk yang multidimensi. Salah satu dimensi yang tertanam dalam kodratnya adalah keinginan untuk meniru, atau mimesis. Mimesis sendiri memiliki beragam arti, seperti imitasi, dan berbagai bentuk tindakan yang meniru suatu objek tertentu. Jika objek yang kita tiru itu baik, maka baiklah kita, begitu juga sebaliknya.
Maksud rasul Paulus mengemukakan ini agar jangan orang percaya menjadi seperti sistim dunia ini yang telah terbentuk dalam waktu yang sangat lama, yang digerakkan oleh filosofi dunia yang fokus pada memenuhi kebutuhan sementara di dunia. Paulus berbicar tentang Sistim dunia yang telah tercemar oleh dosa dan kecenderungannya adalah melawan kehendak Allah dan kekuasaan-Nya. Di kota Roma, orang Kristen hidup berdampingan dan diperhadapkan dengan masyarakat besar, beragam ragam dan kosmopolitan. Jalan-jalan penuh dengan orang-orang dari segala bangsa, yang berbagi berbagai bahasa, mengenakan pakaian-pakaian eksotis . Sebagai ibu kota kekasairan, Roma juga menjadi pusat keagamaan yang sangat menonjol. Pada masa pemerintahan Kaisar Agustus, kembali kebangkitan agama di Roma. Sebagai kaisar, Ia melakukan perbaikan-perbaikan terhadap kuil-kuil dan membangun Apollo. Paulus memberikan nasihat kepada jemaat Kristen di Kota Roma yang hidup sebagai kelompok yang “minoritas”, untuk dapat memilih hidup berdasarkan ajaran Kristus dan mempertahankannya.
Saudaraku, dunia disekitar kita berkembang didasari oleh beragam pemikiran dan keyakinan. Kita, orang Kristen, hidup berdasarkan ajaran Kristus. Mari meniru Kristus, sumber kebenaran dan kehidupan. Jangan meniru dunia ini, yang seringkali mengajak kita untuk menjauh dari kasih Kristus yang sangat kita butuhkan dalam hidup.

keren Pak Sirton, Tuhan memberkati
BalasHapus