Matius 4:4

Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."


 

Hidup dari Firman Allah

Makanan pokok merupakan makanan yang paling umum disantap dan sangat dominan di suatu daerah. Tercatat 3,5 miliar orang di dunia mengonsumsi nasi, yang tersebar di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Di Meksiko, Jagung menjadi salah satu makanan utama penduduknya. Di Eropa, Kentang menjadi makanan pokok karena memiliki kadar karbohidrat yang tinggi dan mengenyangkan. Ada juga Gandum yang dikonsumsi sebagian orang di Eropa, Amerika dan Asia. Terdapat juga ubi yang menjadi makanan pokok di beberapa negara, khususnya di Mediterania, beberapa negara Eropa serta Asia. Artinya makanan pokok umat manusia di muka bumi ini beragam jenisnya, dengan tujuan yang sama: menjaga kehidupan tubuh Fisik kita tetap terpelihara. Cukupkah itu?   

Yesus baru saja menyelesaikan masa berpuasa di Padang Gurun selama 40 hari, dan dalam kemanusiaanNya Yesus merasa lapar. Situasi ini merupakan sebuah celah bagi iblis untuk mencobai Yesus sebelum memulai pelayananNya. Ini berbeda dengan manusia kebanyakan yang mencoba “oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya (Yakobus 1:14). Cobaan pertama adalah Yesus digoda untuk mengubah batu menjadi roti agar tidak lagi lapar. Tetapi Yesus dengan tegas menjawab bahwa “manusia tidak hidup dari roti saja”. Yesus tidak mau melakukannya, bukan karena tidak mampu, tetapi karena Ia memang tidak mau. Yesus sebaliknya ingin menegaskan bahwa “setiap firman yang keluar dari mulut Allah” adalah sumber kehidupan yang sama baiknya dengan roti untuk memelihara hidup. Maksudnya adalah bahwa orang dalam hidupnya seharusnya tidak memikirkan tentang kebutuhan fisik saja, tetapi juga kebutuhan rohani. Yesus mengingatkan bahwa jika orang terlalu memikirkan kebutuhan fisik, ia tidak akan pernah merasa puas; justru ia ingin yang berlebihan, alias serakah.    

Saudrakau, makanan adalah penting bagi kelangsungan hidup kita. Semua orang kemudian bekerja untuk mencukupinya. Mari kita tidak melupakan bahwa kita hidup bukan hanya karena semua makanan itu, tetapi juga dari Firman Allah. Dengan memenuhi keduanya, akan menjadi sumber kekuatan kita yang utama dalam menjalani kehidupan kita yang penuh dengan tantangan dan membutuhkan tenaga yang kuat untuk menghadapinya. Tuhan membantu! 

Komentar